RAWAT BUMI DAN PENTINGNYA MENGURANGI SAMPAH




Sampah menjadi masalah klasik bagi Indonesia, bahkan dari dulu sepertinya masalah yang satu ini sangat sulit untuk diatasi dan ada saja kelakuan manusia yang pada akhirnya bisa meningkatkan produksi sampah dari tahun ke tahun. Mirisnya lagi bahkan sebagian orang tidak memikirkan, bagaimana bumi ini nantinya akan dipenuhi berbagai jenis sampah, jika kita tidak sesegera mungkin berbenah.
Dirjen Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya Beracun KLHK mengatakan bahwa produksi sampah di Indonesia terus meningkat setiap tahun, dengan peningkatan rata-rata mencapai satu juta ton setiap tahunnya. Berdasarkan data dari KLHK pula, hingga tahun 2019 sampah di Indonesia diperkirakan mencapai 68 juta ton.
Sustainable Waste Indonesia (SWI) mengungkapkan sebanyak 24 persen sampah di Indonesia masih tidak terkelola. Ini artinya, dari sekitar 68 juta ton sampah yang diproduksi di Indonesia tersebut, hanya 7 persen sampah didaur ulang dan 69 persen sampah berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sedangkan, sekitar 15 juta ton-nya mengotori ekosistem dan lingkungan karena tidak ditangani.
Tingginya angka sampah yang tidak tertangani itu dipengaruhi oleh beberapa hal.
Pertama, terkait sistem yang memadai untuk proses pengumpulan sampah. Proses ini biasanya dilakukan para pemulung di jalanan, atau petugas kebersihan yang mengangkat sampah-sampah dari tiap rumah tangga menggunakan truk. Pengumpulan sampah ini dinilai belum optimal, karena belum bisa menjangkau semua sampah.
Hal kedua yang patut jadi perhatian adalah perilaku dan kebiasaan masyarakat Indonesia itu sendiri, yang sering membuang sampah langsung ke sungai atau ke alam. Sampah-sampah ini tidak masuk ke dalam proses pengumpulan yang dilakukan pemulung dan petugas kebersihan, dan akhirnya mengotori ekosistem.
Dari laporan itu diketahui juga jenis sampah yang paling banyak dihasilkan adalah sampah organik sebanyak 60 persen, sampah plastik 14 persen, diikuti sampah kertas (9%), metal (4,3%), kaca, kayu dan bahan lainnya (12,7%).
Jumlah sampah plastik ini masih dinilai sangat tinggi, mengingat plastik tidak mudah terurai. Jika tidak dikelola di TPA atau didaur ulang, akan merusak ekosistem. Sampah plastik yang tidak dikelola ini biasanya tertimbun di tanah, atau ikut mengalir ke lautan. Ya, ekosistem yang paling terdampak dari pengelolaan sampah yang buruk adalah ekosistem yang berada di hilir, yaitu pesisir dan laut.
Polusi sampah, khususnya dalam bentuk plastik sangat mengancam kesehatan dan keseimbangan ekosistem di laut dan daerah pesisir. Sebuah hasil studi bahkan menyatakan bahwa ini terus berlanjut, maka pada 2050 akan ada lebih banyak plastik dari sisi massa daripada ikan di lautan dunia.
Terus apa saja yang bisa kita lakukan untuk mengelola sampah kita, utamanya sampah plastik? Sadar atau tidak, rata-rata dari kita menghasilkan sampah sebanyak 800 gram setiap harinya, itu berarti dalam setahun kita turut  menyumbang sampah seberat 292 Kg. Jika itu hanya sampah yang dihasilkan oleh satu orang saja, bisa kita bayangkan berapa banyaknya sampah yang dihasilkan manusia setiap tahunnya? Karena itulah, bagaimana pentingnya bagi kita untuk mengelola sampah kita masing-masing.
Hal yang bisa kita lakukan yaitu, kita bisa memulai dengan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah berdasarkan jenisnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memakai totebag atau tas jaring untuk belanja, membawa tumbler dan kotak makan sendiri, tidak menggunakan atau beralih ke sedotan yang lebih ramah lingkungan, dan juga ikut berkontribusi dalam kegiatan-kegiatan pelestarian lingkungan untuk keberlanjutan masa depan. Dalam hal ini, salah satu kegiatan yang bisa masyarakat Indonesia ikuti terutama generasi milenial saat ini adalah kegiatan RawatBumi, yang merupakan salah satu bentuk upaya dari LindungiHutan untuk mengajak segenap elemen masyarakat ikut me-rawat bumi dengan aksi penanaman dan bersih sampah.
Project nasional ini diikuti oleh 80 lebih campaigner di berbagai daerah se-Indonesia.
Belum terlambat untuk kita ikut berpartisipasi dalam merawat bumi ini demi generasi-generasi berikutnya.
Yuk mari kita dukung Indonesia 2020 Bebas Sampah dan mari memulai dari diri kita sendiri!!
Sudah sampai dimana usaha bebas sampahmu???

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MEMUAT TULISAN DI KORAN

MENYONGSONG REVOLUSI INDUSTRI 4.0

MOTIVATION LETTER_RICKY BAKARA_SAUDARASATUNEGARA